Asosiasi Mahasiswa Administrasi dan Kebijakan Kesehatan, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia

Archive for April, 2011

Kebijakan Jaminan Persalinan Nasional dalam Rangka Menurunkan Angka Kematian Ibu di Indonesia

Salah satu indicator kesehatan dan kesejahteraan suatu rakyat di suatu Negara dapat dilihat dari angka kematian ibu (AKI) di Negara tersebut. Dalam pencapaian Millenium Development Goal (MDG) juga terdapat goal untuk menurunkan angka kematian ibu menjadi 102/100.000 kelahiran hidup yang harus dicapai oleh semua Negara pada tahun 2015. Untuk Indonesia sendiri, walaupun angka kematian ibu sudah menurun dibanding beberapa dekade lalu, pencapaian angka tersebut ditahun 2015 dirasa masih sangat mustahil karena angka kematian ibu di Indonesia masih terbilang tinggi, yaitu 228/100.000 kelahiran hidup pada tahun 2010. (more…)

Advertisements

KEBIJAKAN TENTANG PEMBERIAN ASI SECARA EKSLUSIF

Berdasarkan data SDKI 1997 dan 2002, angka pemberian ASI Ekslusif 0-6 bulan oleh Ibu kepada bayi di Indonesia turun dari 42,4 %  menjadi 39,5%. Padahal, target MDG4 adalah menurunkan angka kematian bayi dan balita menjadi 2/3 dalam kurun waktu 1990-2015. Penyebab utama kematian bayi dan balita adalah diare dan pneumonia dan lebih dari 50% kematian balita didasari oleh kurang gizi. Berdasarkan dua penelitian, yaitu: Frongillo Pelletier dan LANCET Child Survival series, menyatakan bahwa kematian bayi karena kurang gizi bisa dicegah dengan memberikan ASI Ekslusif.  (more…)

Resensi Buku

Judul : Bisnis Orang Sakit
Penulis : Dedi Supratman dan Eko Prasetyo
Penerbit : Resist Book
Terbit : I, Maret 2010
Halaman: xi + 164 halaman
Harga : Rp34,000

Kelebihan: Buku ini dapat memberikan gambaran ril dari hukum kesehatan yang ada di Indonesia. Buku ini dilengkapi dengan gambar-gambar terkait dengan kasus yang sedang dijelaskan. Hal ini akan menambah pemahaman pembaca mengenai isi buku ini.
Kelemahan: Buku ini menggunakan bahasa yang provokatif sehingga dapat membuat pembaca memiliki opini yang sama dengan penulis.
Kesehatan tergolong barang mewah di negeri ini. Obat, dokter dan rumah sakit seperti gurita yang mencengkram daya hidup orang miskin. Walau dicela berulang-ulang tapi rumah sakit masih jalankan praktek bisnis yang mengerikan. Uang dan bayaran seperti alat pengukur kesehatan seseorang. Meski Puskesmas dan Dinas Kesehatan memamerkan kepedulian: sulit dipungkiri orang miskin kesusahan berobat. Dengan dilandasi oleh serangkaian data yang mewah, buku ini kembali menegaskan fakta bahwa kesehatan orang miskin bukan urusan Negara. Kekejian sistem kesehatan ini bukan hanya dilindungi oleh kebijakan tapi dimanfaatkan juga oleh pelaku bisnisnya. Korporasi kesehatan yang telah menenggelamkan mandat dasar negeri ini: menyehatkan rakyatnya sendiri. Lagi-lagi kemudian kesehatan adalah proyek gurih yang melambungkan laba sekaligus membawa petaka, terutama untuk mereka yang miskin dan terbuang.

HOT ISSUE OF THE MONTH (April 2011)

Ada JAMPERSAL,, apakah AKI akan menurun???????????

2015 is coming soon…. What should I DO improve NOW???

Mendekati year of achievement (tahun pencapaian target),  isu MDGs makin giat berdengung dan diberdebatkan oleh berbagai negara di seluruh belahan dunia. Berbagai  argument dan prediksi pun muncul mengenai apakah target ini akan tercapai atau tidak? Tercapai sebagian atau semuanya? Negara mana saja yang mampu mencapai semua target dan negara mana yang tidak dapat? Dan tentunya pertanyaan paling urgent, apa yang bisa dilakukan dalam 5 tahun yang tersisa ini untuk mencapai target tersebut?

Di Indonesia, perbincangan mengenai pencapaian MDGs pun tidak kalah genting-nya oleh para praktisi kesehatan dan yang terlibat lainnya. Target penurunan angka kematian Ibu (peningkatan status kesehatan Ibu/ improve maternal health) menjadi isu MDGs paling mengkhawatirkan di negara ini. penurunan angka kematian ibu menjadi 102 per 100.000 kelahiran hidup menjadi sangat sulit untuk dicapai menimbang penurunan angka kematian Ibu dari tahun ke tahun cenderung merangkak selama 10 tahun terakhir. Data terakhir dari SDKI pada tahun 2007 menyebutkan bahwa angka kematian Ibu adalah 228 per 100.000 kelahiran hidup, padahal target RPJMN adalah 226 per 100.000 kelahiran hidup. (more…)